Kebal terhadap Essential Oil?

kebal-eo

Gara-gara menulis 1 kata imun di komentar,  jadi banyak yang bertanya, bisakah kita menjadi imun alias kebal terhadap essential oil? Kalau sudah keseringan pakai, bisa nih ngga efek lagi? Tanpa banyak ba-bi-bu, jawabannya adalah : ngga. Tidak. No. Badan kita tidak akan pernah menjadi kebal terhadap essential oil

Trus, kenapa kadang-kadang sudah mncoba yang katanya bagus tapi ngga efek? Si A, B, C pake Thieves oke banget ceritanya, kok anak saya ngga efek? D, E, F pakai RC, batuknya hilang dalam 2 hari, anak saya sudah 2 mingguan ngga membaik juga?

Kalau kejadiannya seperti diatas (merasa oiling tidak lagi efektif), coba ditelusuri apakah kita sudah menggunakan essential oil yang tepat sasaran? Apakah kita benar-benar tahu apa sumber ”penyakit” (root cause) nya? Sesuatu yang gejalanya tampak sama dari luar (misal batuk, pilek, alergi), belum tentu disebabkan oleh pencetus yang sama. Dan seringkali keluhan tersebut bukanlah penyakit, melainkan petunjuk dari tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu kita perhatikan dan perbaiki.

Essential oil bukan obat. Fungsinya adalah untuk membantu menunjang fungsi tubuh yang normal, menjaga keseimbangan, dengan catatan kita juga sudah menjalankan pola hidup yang seimbang.  Jika kita rajin oiling dengan harapan kita akan tetap sehat wal-afiat tanpa usaha lain, that’s not gonna happen.

Pengalaman pribadi :
Pertama kali saya menggunakan essential oil gara-gara desperate si bontot batuk  hampir  2 bulan ngga kelar-kelar. Bolak balik ke dokter dikasih obat ini itu, mendingan ngga sampe seminggu terus lanjut batuk lagi. Lalu saya mulai mencoba essential oil. Singkat cerita, ngefek banget deh nih oil, beberapa kali oles langsung mendingan batuknya.

Tapi terus terang aja, walaupun jadi jauh mendingan, tidak berarti batuknya berhenti sama sekali. Kadang-kadang batuk di pagi hari. Besokannya batuk siang-siang. Hari lain batuknya malam-malam. Batuknya  berdahak loh. But for the rest of the day, ngga kedengeran apa-apa. Kenapa ya?

Sampai suatu hari, tiba-tiba dia batuk ngga berhenti seharian. Entah sudah berapa macam essential oil yang digunakan, dari 30 menit sekali hingga bisa dibilang nonstop aplikasi selama beberapa jam. Akhirnya dibantu dengan 1 sachet Singular. Berhenti batuknya 1 jam, trus mulai lagi batuk-batuk sampai keesokan paginya. Stress? Sudah pasti. I don’t even remember how did we get thru that night.

Jadi ragu-ragu dengan essential oil? NoI don’t, tapi sempat terpikir anak ini sudah mulai kebal kali ya. Trus mulai parno, saya melakukan hal bodoh ngga sih, ntar nih anak jadi kenapa-napa ngga ya. Ibu-ibu dan bapak-bapak jika pernah berpikir begitu, you are not the only one. Selain saya, juga banyak orangtua lain yang pernah jadi galau begini (berdasarkan obrolan teman-teman di oiler chat group).

I have full faith with my oils. There must be something that’s not done right, that’s why oiling didn’t help. Setelah Singular ngga nolong, saya kekeuh untuk tidak memberi obat-obatan lain dan mulai berpikir, makan apa yah nih anak kemarin-kemarin. Malam itu, setelah ngebut googling & baca-baca tentang batuk berkepanjangan, saya baru sadar kalau batuk-batuk ini dimulai sejak peralihan dari breastfeed ke susu formula. Jadi diputuskan, besok paginya akan saya bawa ke dokter untuk dicek.

Hasil cek dokter pagi itu yang membuat saya tambah yakin bahwa :
(1) My oils worked. Menurut dokter, paru-paru anak saya bersih, ngga ada dahak, no wheezinglymph nodes ngga bengkak (tidak ada infeksi), dsb dsb. Padahal ketika batuk, saya bisa mendengar suara dahaknya.
(2)  Seharian itu ngga minum su-for, anak saya tidak batuk sama sekali, even without oiling. Setelah selama beberapa hari bebas dari su-for,  saya iseng mencoba memberi 1 botol,  langsung batuk lagi tidak lama kemudian ?
Jadi untuk anak saya, pencetus batuk yang berkepanjangan adalah susu formulanya. Silakan google masing-masing ya berbagai artikel tentang susu dan kesehatan. Pernyataan ini merupakan pendapat dan pengalaman pribadi saya ?

Saya tidak perduli dengan merek, sejak saat itu anak-anak saya tidak pernah  lagi minum susu (sapi) maupun susu formula lain. Tidak hanya susu, sejak saat itu saya jadi sangat memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut dan tubuh mereka dan kami sekeluarga (walaupun belum ideal).

Karena saya tahu setiap jenis makanan yang masuk ke perut setiap orang dirumah, sangat mudah untuk menemukan “biang kerok” saat salah satu tiba-tiba mengeluh tidak enak badan. Saya mulai  belajar untuk kritis mengenali “root cause” dan lebih kalem saat menggunakan essential oil yang tepat untuk membantu tubuh.

Jadi kembali ke topik, badan kita tidak akan pernah kebal terhadap essential oils. Kita hanya perlu memperhatikan dan mendengarkan petunjuk tubuh kita, baru gunakan essential oil yang tepat sebagai penunjang (atau metode lainnya). Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan ahlinya yah.

Semoga bermanfaat!

Jika kamu suka artikel ini dan ingin berkomunikasi langsung dengan saya, silakan email yah!  Ingin bergabung sebagai anggota? Klik disini & saya akan membantu perkenalanmu dengan Young Living dengan dukungan penuh dari komunitas ONE DROP.

Norce Putri

Advocate for Essential Oils for Emotional & Physical Wellness, AromaLift Therapist, Young Living Platinum Leader, co Founder of Young Living Indonesia Users Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *