Young Living SEED TO SEAL

seed to seal

Saya (dan teman-teman juga pasti) sering mendapat pertanyaan, kenapa sih YLEO (Young Living Essential Oil) harganya mahal banget? Diluaran banyak yang menjual essential oil, harganya jauh lebih murah, labelnya juga terapeutik dan ada tulisan organik.

Dulu saya juga punya pertanyaan yang sama, kok mahal yah. Dan saya tidak setuju dengan pendapat mahal berarti bagus. Sebelum Young Living, saya menggunakan essential oil apa saja yang paling murah, untuk digunakan sebagai pengharum ruangan. Tidak pernah terpikir kalau essential oil bisa digunakan untuk dioles-oles di kulit atau sebagai penunjang kesehatan.

Banyak sekali essential oil yang berlabel organik dan terapeutik, tapi apa yang membedakannya dengan Young Living adalah karena disini kita mengetahui dengan jelas darimana essential oil kita berasal. Untuk yang ingin tahu dengan jelas dan detail, Young Living membuka perkebunannya untuk dikunjungi sepanjang tahun, baik untuk anggota maupun publik. Untuk anggota, kita bahkan dapat ikut berpartisipasi dalam proses penanaman, panen, distilasi hingga pembotolan. Kita juga dapat melihat bagaimana hasil panen melalui proses test berkali-kali sebelum dinyatakan lolos untuk produksi sesungguhnya. Tanah perkebunan yang digunakan oleh Young Living merupakan tanah perawan yang tidak pernah tersentuh bahan kimia buatan dan pestisida. Semua perkebunan yang bekerjasama dengan Young Living juga mendapatkan pengawasan sangat ketat dan tidak semua hasil panen lolos test untuk produksi ( ini sebabnya banyak produk out of stock karena tidak ada bahan baku).

Sejak mulai menggunakan YLEO dengan serius, saya berusaha untuk mengurangi exsposure terhadap bahan kimia buatan (dari kosmestik, perfume, pembersih rumah tangga), mengurangi processed food & memperbaiki gaya hidup walaupun masih jauh dari ideal. Harus diakui tidak mudah untuk mencari makanan yang “bersih” di jaman sekarang, karena konsumen mencari kemudahan & harga murah , sementara produsennya mengharapkan hasil panen yang banyak dengan biaya rendah. Karena itu saya menggunakan essential oil untuk membantu tubuh mengolah dan mengeluarkan zat-zat racun yang tidak dapat diolah oleh tubuh. Termasuk kemungkinan adanya jejak-jejak pestisida dari sayur & buah-buahan.

Coba bayangkan, jika essential oil yang kita gunakan mengandung jejak bahan kimia (dari pestisida dan pembersih alat suling), apakah masih ada baiknya untuk kita? Tidak perlu ditelan, essential oil yang dioleskan ke kulit pun akan langsung terserap ke dalam pembuluh darah. (Tidak hanya essential oil, apapun yang kita oleskan ke tubuh kita seperti sabun, lotion, perfume, obat oles, krim pelangsing, dsb juga terserap ke dalam pembuluh darah, tidak cuma sebatas lapisan luar kulit.)

Mengapa harga YLEO lebih tinggi, alasannya sama dengan yang diberikan oleh produsen makanan natural dan organik, karena perlu usaha & biaya lebih banyak untuk menjaga agar tanaman tetap tumbuh dengan sehat dan baik tanpa bahan kimia.

But again, seberapa natural dan organik makanan kita, hanya Tuhan dan produsennya yang benar-benar tahu 😉  FYI, untuk setiap kategori produk natural & organik, ada toleransi sebesar kurang lebih 5% bagi produsen untuk menggunakan bahan tambahan “natural” lainnya. Pernahkah kita bertanya pada yang jual, dimana nih perkebunannya? Bisa ngga dikunjungi? Bisakah melihat proses tanam dan perawatan dsb? And don’t even get me start with GMO ?

Update on May 26 :
Shocking (or not shocking) news. Baru-baru ini ada berita beredar tentang penggunaan zat kimia pada produk  yang berlabel “organik”.  Sebelum ditanami, tanah disterilisasi menggunakan methyl bromide agar tidak terkontaminasi hama. Tidak hanya hama, zat tsb mematikan semua organisme yang bersentuhan dengannya. Apparently, ada  varietas tanaman hibrida yang khusus diciptakan untuk bisa ditanam ditanah tsb (GMO!!!!)

So let us make it clear, what is good from this so called organic food again? What actually are we feeding ourselves with? (source http://www.realfarmacy.com/dirty-little-secret-organic-strawberries-arent-really-organic/)

Kalau teman-teman ingin tahu apa yang digunakan Young Living sebagai anti hama di perkebunan, from what I know , pestisidanya dibuat dengan campuran Neem oil, Cinnamon, Palo Santo, Basil, Idaho Tansy, Pine & Citronella. Sebelum ditanami, tanah diolah dengan Digize essential oil dan Young Living juga mempraktekan rotasi tanaman & off course sustainable farming.
Fun facts: Young Living mempunyai perternakan cacing (ewwww!)  untuk membantu proses fermentasi  sisa-sisa makanan (true) organik – kulit buah, daun-daunan, jamur dll- menjadi  pupuk kompos.
 
Jika kamu suka artikel ini dan ingin berkomunikasi langsung dengan saya, silakan email yah!  Ingin bergabung sebagai anggota? Klik disini & saya akan membantu perkenalanmu dengan Young Living dengan dukungan penuh dari komunitas ONE DROP.

 

Norce Putri

Advocate for Essential Oils for Emotional & Physical Wellness, AromaLift Therapist, Young Living Platinum Leader, co Founder of Young Living Indonesia Users Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *