THE HEELS THAT KILL


Saya biasanya tidak pernah pakai high heels, apalagi kalo disini kemana-mana jalan kaki, paling nyaman pakai flat shoes. Tapi Sabtu kemarin, centil, pake high heels 3 inci demi matching-in baju buat acara lunch bersama teman-teman Onedroppers ‪#‎SufferForStyle‬‪#‎KillerHeels‬

Pakai heelsnya cuma setengah hari, tapi pulang-pulang kaki ngilu. Walaupun ringan, tapi rasanya ga ilang sampai berhari-hari. Pijat-pijat kaki menggunakan Lemongrass, Panaway, Peppermint, Basil, Deep Relief, Copaiba, Wintergreen , tapi pegelnya ngga banyak berkurang.
Hari Selasa sore, rasanya bertambah intens jadi menyakitkan – duduk susah mau berdiri juga susah – karena otot di bagian atas lutut rasanya sangat kencang. Jalan seperti penguin, dan setiap kali bergerak, duduk atau berdiri dari kursi, mesti pake “Aww…aw…awww!” Keseimbangan emosi mulai terganggu, alias jadi gampang marah dan mau berpikir pun susah.
Seorang teman menyarankan untuk mengunjungi chiropractor, tapi karena jam sibuk dan susah bergerak, akhirnya tidak jadi pergi.
Malam hari, mengangkat kaki dari lantai ke atas ranjang rasanya jadi seperti pekerjaan yang sangat berat. Terbayang gambar otot merah-merah seperti iklan krim gosok buat pegal dan linu. Mengikuti gut feeling, sebelum tidur saya memijat-mijat sendiri bagian yang sakit menggunakan campuran Balsam Fir, Frankincense & Copaiba. Masing-masing 50 tetes dan dimasukkan ke botol dengan roller fitment agar gampang dioles… Ketika dioleskan dan mulai dipijat pelan-pelan selama 5 menit , bagian yang sakit rasanya jadi ADEEEEEMM! Padahal biasanya 3 oil tersebut ngga ada rasanya di kulit ketika digunakan. Selama 30 menit sebelum tidur, saya oleskan lagi sekitar 3-4kali dengan sangat generous di bagian sekeliling dan belakang lutut.
Rabu pagi ketika bangun, rasa tidak nyaman berkurang 50%. Sepanjang hari saya mengoleskan campuran tsb beberapa kali, sore hari sudah jauh lebih enak dan mulai bisa menekuk kaki . Saya menghindari kegiatan-kegiatan yang membebani otot kaki terlalu banyak, tidak banyak duduk – berdiri dan berjalan dengan perlahan walaupun hanya dirumah.
Rabu malam, rasa sakit dan kencang berkurang at least 80%. Hari ini
(Kamis), ketika bangun saya sudah hampir lupa dengan rasa sakit kemarin. Bisa bangun dari ranjang dengan mudah, bisa bergerak kesana kemari dengan normal , tapi masih membatasi gerakan-gerakan yang membebani otot persendian seperti berjongkok atau yoga dengan gaya kaki melintir ;p Malam ini, I feel almost as good as new 🙂

Balsam Fir, Frankincense dan Copaiba, ketiganya berasal dari pepohonan yang berbatang besar dan kokoh. Essential oil yang berasal dari pepohonan besar, sangat menenangkan secara emosional, juga menunjang kesehatan tulang, otot dan sistem pernapasan. Temukan manfaat lain dari ketiga oil tersebut di album Young Living Essential Oils.

Jika kamu suka artikel ini dan ingin berkomunikasi langsung dengan saya, silakan email yah!  Ingin bergabung sebagai anggota? Klik disini & saya akan membantu perkenalanmu dengan Young Living dengan dukungan penuh dari komunitas ONE DROP.

Norce Putri

Advocate for Essential Oils for Emotional & Physical Wellness, AromaLift Therapist, Young Living Platinum Leader, co Founder of Young Living Indonesia Users Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *