Present Time

Saya hampir selalu bermimpi saat tidur malam.  And I’m kinda looking forward to it, karena menurut saya mimpi itu seperti rekreasi walaupun banyak yang bilang tidur dengan mimpi itu tidak berkualitas. Mimpi saya bisa bersambung, dan sejak kecil saya sering bermimpi kembali ke tempat yang sama sampai bisa membuat peta tempat yang saya kunjungi.

Saking suka bermimpi, saya juga sering “mimpi” di saat sedang tidak tidur ?. Ketika sedang menghadiri rapat, kelas atau apapun yang beramai-ramai misalnya,  di tengah-tengah acara saya bisa tiba-tiba “hilang”, karena pikiran sudah berkhayal kesana kemari.  Yes, I have a short attention span.

Akhir minggu lalu, selama 3 hari beturut-turut (30jam total)  saya mengikuti training intensif –Social Emotional Leadership, dimana para partisipan harus “be present” untuk menciptakan pengalaman yang maksimal. Somehow saya punya feeling untuk membawa essential oil Present Time, dan ternyata kepake banget.

Saat awal training, saya menyadari sempat beberapa kali hampir “hilang” saat orang lain sedang berbicara. Karena itu, saya mengingatkan diri sendiri untuk mengulangi penggunaan sesering mungkin dan memang sangat terasa perbedaannya. Instead of berkhayal kesana kemari, memikirkan pekerjaan lain, keluarga di rumah, nanti training ini bakalan ngapain dsb, saya menjadi fokus dan dapat memberikan perhatian penuh dengan apa yang sedang saya hadapi pada saat itu.

Kapan sih kita perlu menggunakan Present Time? Contohnya bisa seperti berikut :

1. Saat kita perlu fokus dengan apa yang sedang kita kerjakan atau hadapi di saat ini
2. Ketika kita gagal move-on, selalu memikirkan masa lalu. Atau sebaliknya terus membayangkan masa depan, hidup dalam dunia khayalan
3. Sedang bersama keluarga, tapi memikirkan pekerjaan ??‍
4. Sedang bekerja, tapi memikirkan keluarga
5. Sedang bersama pasangan, tapi mikirin mantan pacar
6. Hidup dalam denial, menolak menghadapi kenyataan
7. Sedang makan enak, eh terbayang timbangan dan tiba-tiba menangis karena ingat masa lalu yang langsing ?
8. Sedang mencoba relaks, tapi memikirkan kerjaan, cucian, setrikaan dan besok masak apa. ?
9. Sedang berkumpul dengan teman-teman, ngajakin kopdar eh malah maenan hape berjemaah ?. Dsb.

I am very present when writing this post, keliatan donk dari niatnya pake emoji dimana-mana ?

Bagaimana cara menggunakannya?
Cara favorit saya adalah dengan mengoleskan langsung ke dada, gunakan 1-2 tetes di telapak tangan, gosok lembut  lalu kop tangan menutupi hidung dan mulut. Hirup aromanya dalam-dalam selama 6-8 kali dengan napas dalam,  nikmati aromanya and BE PRESENT ?

 

Jika kamu suka artikel ini dan ingin berkomunikasi langsung dengan saya, silakan email yah! Ingin bergabung sebagai anggota? Klik disini & saya akan membantu perkenalanmu dengan Young Living dengan dukungan penuh dari komunitas ONE DROP.

Norce Putri

Advocate for Essential Oils for Emotional & Physical Wellness, AromaLift Therapist, Young Living Platinum Leader, co Founder of Young Living Indonesia Users Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *